Masuk Akun
Tentang KamiKatalog Pelatihan
Katalog Pelatihan
Kembangkan skill Anda dengan pelatihan yang disediakan oleh Satukelas.
Pelatihan
Pelatihan Mandiri
Studi Kasus
Try Out
Lihat semua pelatihan (477+)
Live Class
Webinar
Konsultasi
Lihat semua Live
Sertifikasi
Brevet Pajak
Badan Nasional Sertifikasi Profesi(BNSP)
Soon
Lihat semua sertifikasi (7)
Lainnya
Blog
Majalah ITR
Kumpulan Peraturan
Soon
Digital Learning Center
    Masuk Akun
    Coba Gratis
BLOG

Pandemi COVID-19 Mengubah Masa Depan Tenaga Kerja Indonesia

Publikasi : 16 Desember 2021
Penulis : Admin
Main Thumbnail Article
Sumber Foto : Rawpixel
Tanpa disadari, pandemi COVID-19 telah mengubah masa depan tenaga kerja Indonesia. Adanya pembatasan aktivitas manusia membuat perusahaan harus memutar otak untuk bisa tetap berproduksi. Pada akhirnya, pemanfaatan teknologi pun dijadikan solusi. Sayangnya, solusi tersebut berdampak kurang baik terhadap tenaga kerja. Permintaan terhadap tenaga kerja Indonesia pun menurun karena sudah tergantikan oleh mesin dan sistem digital. Meski begitu, bukan berarti tidak ada cara bagi tenaga kerja untuk bisa bertahan dalam situasi seperti sekarang. Bagaimana cara tenaga kerja Indonesia agar tetap relevan di tengah perubahan seperti sekarang?
  1. Pandemi COVID-19 mempercepat disrupsi teknologi pada sektor ketenagakerjaan
    Adanya pandemi COVID-19 ternyata mendorong terjadinya disrupsi teknologi pada sektor ketenagakerjaan. Pembatasan aktivitas manusia membuat perusahaan menyadari bahwa teknologi bisa membantu menyelesaikan beberapa pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan oleh manusia. Akhirnya, perusahaan pun semakin yakin untuk beralih pada teknologi dalam menjalankan proses produksi mereka. Sebaliknya, tenaga kerja manusia dianggap kurang relevan dengan kondisi sekarang yang serba digital.
  1. Jutaan pekerjaan terancam digantikan oleh mesin
    Dari sisi perusahaan, hal tersebut tentu menjadi solusi yang menguntungkan karena bisa menemukan alternatif pengganti yang lebih efisien. Namun, bagaimana dari sisi tenaga kerja Indonesia? Jika dilihat dari sisi tenaga kerja, pemanfaatan teknologi tentu akan menimbulkan dampak yang kurang baik. Ini karena penggunaan mesin dan teknologi lainnya akan menggeser tenaga manusia. Akhirnya, manusia pun tersisihkan oleh mesin dan permintaan akan SDM jadi semakin menurun. Apabila kondisi ini dibiarkan, maka angka pengangguran negara akan meroket. Lalu, apa yang harus dilakukan?
  1. Meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di bidang digital
    Meski pemanfaatan teknologi menggusur tenaga manusia, bukan berarti kondisi tersebut tidak membuka peluang baru. Misalnya, sebuah mesin produksi pasti memerlukan tenaga untuk melakukan instalasi, pengoperasian, dan juga perawatan. Padahal, posisi tersebut sebelumnya tidak ada. Selain itu, ada pula banyak sektor yang membutuhkan tenaga kerja manusia. Salah satunya adalah sektor digital. Data dari survei yang dilakukan World Economic Forum (WEF) bahkan menemukan bahwa ada 5 lima posisi kerja di bidang digital yang permintaannya tinggi di masa pandemi ini, yaitu: Data analyst dan data scientists, Spesialis big data, Digital marketing dan marketing strategy specialist, Spesialis kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan machine learning, Insinyur bidang energi baru terbarukan (EBT). Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) juga melakukan survei serupa dan menemukan hasil yang tidak berbeda jauh. Dari survei Kemnaker, diketahui bahwa tiga jenis pekerjaan yang paling dibutuhkan di masa pandemi adalah profesional penjualan, pekerja penjualan, serta teknisi operasi TIK (teknologi informasi dan komunikasi). Jenis pekerjaan yang disebutkan di atas merupakan posisi kerja yang sebelumnya kurang begitu diperhitungkan. Namun, di masa pandemi dan selepas pandemi nanti justru permintaannya akan meningkat pada pasar tenaga kerja. Hal ini masih erat kaitannya dengan digitalisasi yang mulai diterapkan perusahaan sekarang.
  1. Ketersediaan sumber daya belum mencukupi
    Perubahan situasi tersebut tanpa disangka menimbulkan permasalahan baru, yaitu minimnya ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dengan bidang kerja. Saat ini, masih belum banyak tenaga kerja Indonesia yang menguasai bidang digital, terlebih bidang digital yang sedang banyak dicari. Bagi tenaga kerja, hal ini bisa menjadi peluang bagus. Sekarang adalah waktu yang paling tepat untuk mengembangkan skill Anda. Coba perkaya curriculum vitae (CV) Anda dengan skill digital yang mumpuni. Tenang saja, skill digital bisa dipelajari dan tidak sulit untuk dipahami. Anda bisa mengikuti kelas pelatihan dari satukelas. Di satukelas, Anda bisa mendapatkan materi yang berhubungan dengan dunia digital. Seluruh pelatihan di satukelas diberikan oleh tutor dan instruktur berkualitas yang telah berpengalaman. Selain itu, tersedia juga kelas sertifikasi untuk upgrade kemampuan Anda.
Pandemi COVID-19 tanpa disadari telah mengubah banyak hal, salah satunya adalah masa depan tenaga kerja Indonesia. Kondisi ini mendorong perusahaan melakukan digitalisasi yang membuat tenaga manusia tergusur. Meski begitu, bukan berarti peluang Anda tertutup. Anda masih bisa memperkaya diri dengan skill digital untuk bisa bersaing dalam pasar tenaga kerja. Update skill digital Anda bersama satukelas sekarang juga dengan klik di sini!
Topik Pelatihan
  • Soft Skills
  • Perpajakan
  • Akuntansi
  • Keuangan
  • Manajemen SDM
  • Pemasaran
  • Penjualan
  • K3
Tautan Penting
  • Langganan
  • Kontak Sales
  • Blog
  • Masuk Sebagai Admin
Bantuan
  • Feedback
  • Tutorial
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Karier
Informasi Satukelas
  • Tentang Kami

PT. Satukelas Adhyapana Nusantara

NIB: 1801220047046

Jl. Raya Ragunan No. 65C,
Pasar Minggu, Jakarta Selatan,
DKI Jakarta, Indonesia, 12520.

0821-3007-0040

ask@satukelas.com

Ikuti Kami
  • social-media-1
  • social-media-2

Technical Contact Koneksi Group © 2021 Satukelas by PT. Satukelas Adhyapana Nusantara. All Rights Reserved.